PRAKATA

Mungkin, sedikit pembuka untuk mengawali perjalanan panjang yang baru dimulai sepersekian jejak







_

Untuk malam ini, mari rakit kembali perahu yang dahulu terombang-ambing tak tahu arah itu, yang terbawa ritme ombak dan hembusan angin malam di tengah laut yang membentang luas di bawah temaramnya rembulan. 

Kita ingat betul, pada malam itu.. kita tak kuasa menahan gempuran ombak yang begitu keras tanpa henti. Terkadang kita menepi ke arah timur.. terkadang terhempas jauh ke arah barat. 

Tahun demi tahun berlalu, musim silih berganti, bahkan samudra tak terhitung berapa kali ia pasang surut.

Perahu kita semakin jauh dari dermaga, semakin jauh dari tempat yang dahulu kita tempati. Tak tahu arah, tak tahu apa yang mau dicari.. dan pada malam itu, kita hanya punya diri sendiri.. 

Perahu kita rusak, tapi sialnya.. walau bulan dan tahun kian berevolusi menjadi angka-angka baru yang tak lagi kita kenali dan bayang-bayang ketakutan akan malam-malam suram itu masih menghantui.. sialnya, kita belum berakhir.. samudera ini tak mampu melahap kita masuk ke dalam, ia tak mampu menarik kita masuk ke dataran paling bawah di bumi ini.

Kita masih di posisi yang sama, di tengah laut, dikelilingi bentangan air biru yang saat ini kaku terdiam. Kita masih di sini dan aku menyadari satu hal, bahwa semesta tak ingin kita terlalu jauh lagi.. dan saat itu juga aku memahami bahwa,

Perjalanan kita, dimulai dari sini.

Komentar

Postingan Populer